Tiga tahun sudah musibah Lumpur Lapindo terjadi. Hingga kini, belum ada satu pun pihak yang dapat memprediksi kapan semburan lumpur akan berhenti. Kini, sedikitnya 100 ribu meter kubik lumpur menyembur tiap hari. Sejauh ini, pihak Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) dan Lapindo Brantas hanya mampu melakukan sistem pemompaan semburan dengan mengalirkan lumpur ke Kali Porong. Sistem ini hanya berjalan efektif sekitar 20 persen. Kemarin, Jumat (29/5) siang, ratusan warga korban Lumpur Lapindo mengadakan istighosah atau doa bersama.










0 komentar:
Posting Komentar